Kamis, 03 Desember 2020

hari berkabung , mengenang habib thohir al kaff

Al-Habib Thohir bin Abdullah al-Kaaf  (Tegal)

Sosoknya tinggi besar dan penuh wibawa. Gaya berdakwah da’i yang satu ini sangatlah khas. Kalau sedang berbicara diatas panggung, suaranya bariton dan begitu menggelegar. Pidatonya sangat berapi-api penuh semangat, sehingga da’i yang satu ini terkesan angker. Orasinya terkesan galak, penuh nada kritik namun bertanggung jawab, sehingga dalap setiap pengajian yang diisi olehnya, ribuan jama’ah betah mendengarkannya hingga acara pengajian berakhir. Namun dibalik itu semua, ia adalah seorang yang berhati lembut, bertutur kata pelan, penuh canda dan sangatlah bersahaja.

Dia adalah al-Habib Thohir bin Abdullah al-Kaaf, salah satu keluarga al-Kaaf yang paling keras dalam berdakwah dari tujuh bersaudara anak lelaki al-‘Allamah al-Habib Abdullah bin Ahmad al-Kaaf. Sebagai juru dakwah, pria kelahiran 15 Agustus 1960 M, ini dikenal sangat konsisten dalam membentengi umat dari pendangkalan akidah, terutama oleh berkembangnya aliran sesat di Indonesia.

Nama al-Habib Thohir dikenal oleh kaum muslimin diberbagai daerah di Indonesia. Maklum, sosoknya selalu menghiasi berbagai pertemuan-pertemuan yang bersifat keagamaan, baik dalam majelis haul ataupun majelis-majelis lainnya.

Al-Habib Thohir mendapatkan pendidikan agama pertama kali dari ayahnya, al-Allamah al-Habib Abdullah bin Ahmad al-Kaaf, yang dikenal sebagai tokoh ulama di Jawa Tengah. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di SD dan SMP al-Khairiyyah yang berada di Kota Tegal. Baru pada tahun 1980 M, bersama adiknya, al-Habib Hamid (Seorang mubaligh dan pengasuh Pondok Pesantren al-Haramain asy-Syarifain yang berada di Cilangkap, Jakarta Timur.) ia berangkat menuju Makkah al-Mukarramah dan melanjutkan studinya dibawah bimbingan al-‘Allamah Prof. Dr. as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani, seorang tokoh ulama yang berada di Hijaz. Disana ia belajar selama enam tahun.

Atas izin dari as-Sayyid Muhammad al-Maliki, pada tahun 1986 M, ia kembali pulang ke Tanah Air. Sepulangnya dari Makkah, ia ditunjuk oleh beberapa pesantren untuk menjadi tenaga pengajar. Karena dorongan dan semangatnya yang begitu menggelora, akhirnya ia memutuskan untuk terjun ke medan dakwah.

Kini, meskipun berkeluarga di Kota Pekalongan, ia lebih banyak untuk membina umat dengan mengadakan majelis taklim di Kota Tegal, khususnya di Masjid Zainal Abidin yang terletak di jalan Dukuh. Majelis itu ia beri nama Majeis Taklim Zainal Abidin. Ia berharap, Pesantren Zainal Abidin, yang sejak lama digagasnya, akan bisa dibangun di Kota Tegal. Sebab sudah sangat banyak para orang tua yang ingin menitipkan anak-anaknya kepadanya. Namun, cita-cita itu tampaknya masih akan lama terwujudnya, sebab padatnya jadwal dakwahnya.

Ketika disinggung dengan isu aktual dalam dakwah, al-Habib Thohir dengan penuh semangat menyatakan bahwa tantangan terberat dalam umat Islam saat ini adalah pendangkalan akidah lewat beberapa aliran sesat. “Berdakwah menurut saya, sebenarnya lebih dari gerakan moral. Sebab saat ini umat Islam di Indonesia khususnya masih sering terjebak gerakan aliran sesat. Oleh karenanya, dakwah saya menyoroti tentang masalah akidah, terutama tentang fenomena banyaknya aliran sesat yang terus berkembang ini.”Ungkap al-Habib Thohir tentang pilihan dakwahnya.

“Jadi kalau al-Habib Riziq memerangi kemaksiatan lahiriyah, seperti perjudian, mabuk-mabukan, pelacuran dan berbagai aktifitas kemaksiatan yang lainnya, kalau saya lebih banyak memerangi kemunkaran dalam akidah yang diakibatkan oleh aliran sesat.”Ujar ayah lima anak ini.

Hampir dalam berbagai aktifitas dakwahnya, entah dalam kesempatan majelis taklim, majelis haul, ataupun seminar ilmiah, ia selalu memperingatkan beberapa metode penyesatan yang dilancarkan oleh aliran-aliran sesat kepada kaum muslimin, khususnya yang berada di Indonesia. Sebab Islam di Indonesia ini adalah warisan Wali Songo, yang berpegang teguh pada ahlussunnah wal jama’ah.

“Sekarang yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga akidah. Karena jangan sampai ketidaktahuan kita tentang prinsip-prinsip pokok akidah ahlussunnah wal jama’ah menjadi sasaran empuk bagi para propagandis aliran-aliran sesat yang ingin merusak pokok-pokok kepercayaan umat Islam.” Kata al-Habib Thohir mengingatkan.

Al-Habib Thohir juga mengharapkan, para ulama dan cendikiawan mempunyai sikap serta kepedulian untuk membentengi umat Islam dari kerusakan akidah. Kepada sesama penganut faham ahlussunnah wal jama’ah, diharapkan tidak perlu lagi berdebat soal masalah furu’iyyah. (Permasalahan cabang dalam agama, diantaranya: status hukum maulid, tahlil, haul, qunut, talqin, dan lain sebagainya.)

“Jangan dianggap bahwa orang-orang yang menjalankannya tidak mempunyai dalil dan argumentasi. Dan sewaktu berdebat dengan orag-orang semacam ini berarti berhadapan saudara kita sendiri. Perlu diketahui, bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia adalah berfahamkan ahlussunnah wal jama’ah, yang senang tahlil, maulid, haul, dan lain sebagainya. Nah dakwah semacam ini pastilah akan mendapatkan tantangan. Contoh di Kota Mataram beberapa waktu yang lalu, sebuah pondok pesantren dibakar, karena melarang dan mengharamkan talqin kepada mayit. Nah hal ini apabila kita tidak bersikap bijaksana, maka bisa jadi timbul ditempat yang lain.” Kata al-Habib Thohir dengan nada penuh prihatin.

Al-Habib Thohir menambahkan, bahwa perdebatan persoalan furu’iyah semacam ini sebaiknya segera diakhiri. Mengingat didepan kita saat ini ada musuh yang siap menunggu kelengahan kita dan segera menyantapnya. Menurutnya, perdebatan-perdebatan semacam itu sangat kontra produktif bagi umat Islam.

“Disaat kita membutuhkan energi, kekuatan, dan ilmu kita untuk sesuatu yang sangat berbahaya menimpa umat, terutama aliran-aliran sesat, kita kok masih berdebat soal khilafiyah.” Ujar sang ‘Singa Mimbar’ ini.

Karena panggilan rasa persatuan dan kesatuan itulah, al-Habib Thohir senantiasa menggandeng semua pihak untuk dapat duduk bersama serta bahu-membahu dalam membangun dan berdakwah untuk umat.

“Jadi aliran sesat dan faham-faham diluar Islam, seperti sekulerisme, pluralisme, liberalisme, dan apapun namanya perlu diluruskan. Karena ini dapat merusak akidah umat Islam, karena faham-faham ini dapat mengarah kepada pemurtadan. Alasannya sudah cukup kuat, yaitu berupaya meragukan kaidah-kaidah keislaman kita.” Kata al-Habib Thohir dengan tegas.

Namanya semakin melambung, ketika ia menjadi nara sumber dalam seminar yang bertajuk ‘Seputar Akidah Syi’ah’ di aula utama Masjid Istiqlal Jakarata pada tahun 1997 M, yang diikuti para tokoh ulama dan cendekiawan negeri ini, diantaranya adalah KH. Hidayat Nur Wahid (Mantan ketua umum MPR periode 2004 M.) Dan sikapnya ini terus berlanjut dengan berbagai seminar yang diikutinya baik didalam maupun diluar negeri.

“Nabi Muhammad saw memerintahkan kita untuk bangkit, tidak tinggal diam. Mana yang akan bangkit? Siapa yang akan berjuang dan menentang arus ini? Kalau bukan para ulama.” Ujar al-Habib Thohir menanggapi beberapa orang yang kurang setuju dengan sikapnya.

Selain berdakwah dengan pidato-pidatonya yang kerap menolak aliran sesat, al-Habib Thohir juga banyak melahirkan karya tulis. Namun walaupun begitu, ia merasakan lebih mantap untuk menjelaskan kepada umat untuk berdakwah dengan menggunakan lisan, (Dakwahbillisan.) sebab menurutnya, umat belum terbiasa untuk membaca buku.

Ia juga menyesalkan lambannya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan. Padahal menurutnya, gerakan aliran sesat hingga saat ini terus berjalan merayap memasuki barisan kaum muslimin.

“Disaat orang lain diam dan tertidur, saya katakana, saya siap menyediakan diri dan pasang dada untuk menghadapinya, sekalipun saya harus menghadapinya seorang diri.” Ujarnya dengan mantap.

Ketika disinggung tentang maraknya terorisme yang imbasnya banyak menimpa umat Islam, maka dengan keras dan tegas al-Habib Thohir menentangnya seraya mengatakan:“Islam tidak mengenal terorisme, keberadaan orang-orang yang melakukan kegiatan teroris sangatlah merugikan citra dan wajah Islam. Sehingga dilihat, seakan-akan Islam itu kejam, bengis, keras, jahat, tidak mengenal kasih sayang.” Ujarnya dengan nada tinggi.

al-Habib Thohir sendiri pernah merasakan suatu imbas dari perbuatan terorisme ini. Ia mengisahkan, bahwa dirinya pernah diintrogasi oleh petugas intelejen imigrasi di perbatasan antara Malaysia dan Singapura. Kisahnya bermula ketika ia mendapat undangan untuk mengisi acara haul di Masjid Ba’alawi Singapura.“Selama dua jam saya diintrogasi dan dicerca puluhan pertanyaan. Melihat pakaian saya ini, mereka mengira saya bagian dari antek teroris. Selama dua jam, saya ditanya hal ini itu, hingga menanyakan isteri, anak, pendidikan, dan segala macam yang berkaitan dengan kegiatan dan aktifitas saya. Itulah salah satu imbas terorisme yang pernah saya alami.”Kisah al-Habib Thohir.

Bahkan hal itu tidak hanya terjadi ketika di Singapura. Ketika pulang ke Tanah Air pun, ia masih merasakan efek terorisme itu. Ketika masuk bandara, hotel, mall, ia selalu diperiksa dengan ketat. “Semua ini karena ‘efek samping’ perbuatan dari saudara-saudara kita yang salah sasaran. Dan justru hal ini menjadi sebuah kesempatan bagi orang-orang diluar Islam untuk menjelek-jelekkan citra Islam dihadapan dunia.”Komentarnya mengenasi permasalahan terorisme.

Karenanya, untuk menyudahi persoalan terorisme, al-Habib Thohir menghimbau agar umat Islam untuk mendefinisikan kembali akan makna dan hakekat jihad. Menurutnya, terror bom yang selama ini marak, hanya akan mengganggu tatanan kehidupan umat manusia. Jihad merupakan sarana dakwah, bukan tujuan utama, sehingga harus dilaksanakan secara baik, bermanfaat luas, dan jauh dari sifat-sifar anarkisme serta kejerasan sebagaimana yang terjadi selama ini.

Jihad itu memiliki aturan main yang sangatlah luas dan bijaksana. Jadi berjihadlah sebagaimana yang dilakukan dan telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. “Kapan kita harus berperang? Kepada siapa kita berperang? Siapa saja yang boleh kita perangi? Kaum wanita, anak-anak, orang yang sedang beribadah sekalipun ia non muslim, binatang, semuanya ini tidak boleh disakiti, apalagi dibunuh. Bahkan pohon-pohon dan barang-barang tidak boleh dirusak.” Kata al-Habib Thohir tentang memaknai jihad..

الفا تحة

Rabu, 12 Agustus 2020

soal dasar ke nu an

Soal - soal ke NU an Cerdas Cermat Kuis Rengking Satu .

1. Ada NU , Muhammadiyah , Persis , LDII , Wahabi , Salafi , Mu'tazilah  , kamu milih yang mana ........?

NU.

2. NU singkatan dari apa ......?

Nahdlatul  'Ulama

3. Nahdlah , artinya apa.....? 

Pergerakan

4. 'Ulama artinya apa ........? 

Orang yang pintar memiliki ilmu Agama dan mampu mengamalkannya.

5. Siapakah yang paling takut kepada Allah dan Pewaris Para Nabi.........? 

' Ulama .

6. Kapan Organisasi NU didirikan ....?

Tgl 31 Januari 1926 / 16 Rajab 1344 H.

7. Di daerah mana NU didirikan ...?

Di Surabaya.

8. Siapa ketua Syuriah PBNU yang pertama ..

KH.M. Hasyim Asy'ari dari Kabupaten Jombang.

9. Siapa ketua Tanfidziyah PBNU yang pertama ......? 

H. Hasan Gipo dari Surabaya.

10. Apa tujuan didirikannya organisasi NU ......? 

Untuk melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunah waljamaah dengan menganut salah satu dari empat madzhab (. Hanafi , Maliki, Syafi'i , Hambali   ).

11. Sebutkan Struktur Organisasi NU.....?

a. PBNU : pengurus Besar Nahdlatul ulama , untuk tingkat pusat.
b. PWNU : Pengurus Wilayah Nahdlatul ulama , untuk tingkat Provinsi
c. PCNU : Pengurus cabang Nahdlatul ulama , untuk tingkat kabupaten/kota.
d. PCI NU : Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul ulama , untuk Luar Negeri.
e. MWC NU : Majelis Wakil Cabang Nahdlatul ulama , untuk tingkat kecamatan.
F. RANTING NU : Untuk tingkat kelurahan/Desa

12. Sebutkan Struktur Lembaga Kepengurusan NU .........?

a. Musytasyar  ( Penasehat )

b. Syuriyah  ( Pimpinan tertinggi ) terdiri dari :
 - Rais Aam 
- Wakil Rais Aam
 - Beberapa Rais
 - Katib Aam
- Beberapa Wakil Katib 
- A'wan .

c. Tanfidziyah ( Pelaksana ) Terdiri dari :

- Ketua Umum
- Beberapa Ketua
- Sekretaris Jenderal 
- Beberapa Wakil Sekjen
- Bendahara
- Beberapa Wakil Bendahara

13. Dalam menjalankan Program nya , NU mempunyai tiga perangkat organisasi, sebutkan  ......?

1. BADAN OTONOM
2. LAJNAH
3. LEMBAGA 

14. Badan Otonom / Banom NU adalah.......?

Banom adalah Perangkat organisasi yang berfungsi melaksanakan kebijakan yang berkaitan dgn kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.

15. NU mempunyai 10 Banom , sebutkan....?

a. Jam'iyah Ahli Thariqoh Al-mu'tabaroh An-nahdliyah
b. Jam'iyah Qurro Wal-huffadz ( JQH )
c. Muslimat
d. Fatayat
e. Gerakan pemuda Ansor /GP Ansor
f. IPNU : ikatan Pelajar Nahdlatul ulama
g. IPPNU : Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ulama
h. ISNU : ikatan sarjana Nahdlatul ulama
i. SARBUMUSI : Sarikat Buruh Muslimin Indonesia
j. Pagar Nusa.

16. LAJNAH adalah............?

Lajnah adalah perangkat organisasi untuk melaksanakan program yang memerlukan penanganan khusus.

17. NU mempunyai dua Lajnah , sebutkan dan terangkan .........?

a. LAJNAH FALAKIYAH : Bertugas mengurus masalah hisab dan rukyah serta pengembangan ilmu Falak

b. LAJNAH TA'LIF WAN NASYR  :
Bertugas mengembangkan penulisan , penerjemahan dan penerbitan kitab/buku ,serta media informasi menurut faham Ahli Sunnah waljamaah.

18. LEMBAGA NU adalah........?
Perangkat departementasi organisasi yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan , berkaitan dengan suatu bidang tertentu.

19. NU mempunyai 14 Lembaga sebutkan..........?

a. LDNU : Lembaga Dakwah
b. LPMNU : Lembaga Pendidikan Ma'arif
C. RMI : Robithoh Ma'ahid Al-Islamiyah , melaksanakan di bidang pengembangan pondok pesantren
D. LPNU. : Lembaga Perekonomian Warga NU
e. LP2NU. : Lembaga Pengembangan Pertanian , lingkungan hidup dan kelautan.
F. LKKNU. : Lembaga kemaslahatan keluarga
G. LAKPESDAM  : Lembaga kajian dan pengembangan sumber daya manusia 
h. LPBHNU. : Lembaga penyuluhan dan Bantuan hukum
I. LESBUMI. : Lembaga seniman budayawan Muslimin Indonesia
j. LAZISNU. : Lembaga Amil Zakat infaq dan shodaqoh
K. LWPNU. : Lembaga Waqof dan Pertanahan , bangunan
l. LBM : Lembaga Bahsul Masail
M. LTMI  : Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia
n. LPKNU. : Lembaga Pelayanan Kesehatan.

20. Terangkan tentang keanggotaan NU berdasarkan survei LSI pada tahun 2004 ......?
Anggota NU tersebar di :
- 30 Pengurus Wilayah PWNU  , 
-  339 Pengurus Cabang PCNU
- 2.630 MWC
- 37.125 Ranting 
- 12 PCI di Luar Negeri

21. Terangkan tentang Garis-garis besar Pemikiran NU......... ?

1. NU mendasarkan keagamaan nya kepada sumber ajaran Islam yaitu : Al-Qur'an , As-sunah , Al-ijma'  (. Kesepakatan Para sahabat dan Ulama  ), Al-qiyas ( analogi  )
2. NU mengikuti paham Ahli Sunnah waljamaah dan menggunakan Jalan pendekatan Madzhab yaitu :
a. DALAM BIDANG AQIDAH , NU mengikuti faham Imam Abul Hasan Al-asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-maturidi.
b. DALAM BIDANG FIQIH , NU mengikuti Imam Abu Hanifah an-nu'man , Imam Malik bin Anas , Imam Muhammad bin Idris As-syafi'i , Imam Ahmad bin Hambal.
c. DALAM BIDANG TASAWUF  : NU mengikuti Imam Junaedi al-Baghdadi , Imam Al-Ghazali dan Imam-imam lain.

22.Terangkan tentang Sikap Kemasyarakatan NU ...............?

Ada tiga Pendekatan kemasyarakatan NU :
1. TAWASSUT dan I'TIDAL : yaitu Sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk pendekatan dengan Tathoruf ( ekstrim )
2. TASAMMUH : yaitu Sikap toleran yang berintikan penghargaan terhadap perbedaan pandangan dan kemajemukan identitas budaya masyarakat.
3. TAWAZUN : yaitu sikap seimbang dalam berkhidmat demi terciptanya keserasian hubungan antara sesama umat manusia dan antara manusia dengan Allah SWT.

23. Ada yang bilang bahwa NU itu sebagai pelopor kelompok Islam moderat , apa alasannya..........?

- karena Dakwah NU seperti model Wali songo
- karena kehadiran NU bisa diterima oleh semua kelompok masyarakat
- karena NU sering berperan sebagai perekat bangsa.

24. Lanjutkan......

Kamis, 04 Juni 2020

teks alaika bitaqwallah

عليك بتقوى الله في الســـــــر والعلن

Senantiasalah kamu bertaqwa kepada Allah di saat sendiri maupun di keramaian.

وقلبك نظفه من الرجــــــــــس والدرن

Dan bersihkanlah hati mu dari dosa dan kotoran2 nya.

وخالف هوى النفس التي ليـس قصدها

Dan tentanglah hawa nafsu mu yang mana ia tak mempunyai tujuan

سوى الجمع للدار التي حشوها المحــن

Melainkan hanyalah mengumpulkan dunia yang penuh dari segala ujian ini.

واصحب ذوي المعروف والعلم والهدى

Dan bergaul lah dengan orang2 yang memiliki kebaikan, ilmu dan petunjuk.

وجانب ولا تصحب هديت من افـــتتن

Dan jauhilah, serta jangan kamu bergaul dengan orang yang selalu berbuat fitnah, niscaya kamu akan di beri petunjuk.

وان تـــــــــرض بالمقسوم عشت منعما

Dan jikalau kamu ridho dengan apa yang telah Allah bagikan kepada mu, maka kamu akan hidup di dalam keni'matan.

وان لم تــكن ترضى به عشت في حزن

Namun jikalau kamu tak ridho, maka kamu akan hidup di dalam kesedihan.

وصل بقلب حــــــــاضر غير غافــــــــل

Dan laksanakanlah sholat dengan hati yang benar2 hadhir, bukan dengan kelalaian.

ولا تله عن ذكــــــــــــــر المقابر والكفن

Dan jangan kamu lupakan mengingat kuburan dan kain kafan (kematian).

وما هذه الدنيـــــــــــــــــــــا بدار اقامة

Dunia ini bukanlah rumah untuk tempat tinggal.

ومــــــــــــا هي الا كالطريق الى الوطن

Bukanlah dunia ini melainkan hanyalah jalan untuk menuju ke negeri sana (akherat).

وما الدار الا جنــــــــــــــــــــة لمن اتقى

Dan tiada tempat tinggal untuk orang yang bertaqwa kepada Allah kecuali surga.

ونـــــــــــــــار لمن لم يتق الله فاسمعن

Dan neraka untuk orang yang tidak bertaqwa kepada Allah, maka benar2 dengarkanlah nasehat ini.

فيـــــــــــــــــا رب عاملنا بلطفك واكفنا

Yaa Rabb, perlakukanlah kami dengan kelembutan Mu, dan selamatkanlah kami.

بجـــــــــودك واعصمنا من الزيغ والفتن

Dengan kemurahan Mu dan jagalah kami dari kesesatan serta fitnah2.

ووفق وسدد واصلح الـــــــــكل واهدنا

Dan selaraskanlah, arahkanlah, perbaikilah serta berilah semua dari kami petunjuk.

لسنــــــة خير خلق الله والسيد الحسن

Untuk menjalani sunnah Sebaik2 ciptaan Allah dan Pemimpin yang Baik (Rasulullah Saw).

عليه صـــــــــــلاة الله ثم ســــــــــلامه

Semoga Rahmat ta'dzim serta salam sejahtera dari Allah selalu di haturkan kepada Nya (Rasulullah Saw).

صلاة وتسليما الى آخــــــــــــــــر الزمن

Sholawat serta Salam hingga akhir zaman.

🔹🔷Nasehat Syair Al imam Al haddad Ra🔷🔹

Referensi kitab;
Ad durrul Mandzum Li Dzawil 'Uqul Wal Fuhum, (Diwan Al imam Al haddad Ra)

Kamis, 23 April 2020

doa bulan ramadhan oleh syaikh abdul qadir al jilani ra

Doa Sulthon Al Aulia Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jilani RA Yang Biasa Dibaca oleh Syaikh Achmad Asrori Al Ishaqy Untuk Menyambut Bulan Romadhon

 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الصِّيَامِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقِيَامِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاِيْمَانِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقُرْأَنِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاَنْوَارِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمَغْفِرَةِ وَالْغُفْرَانِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الدَّرَجَاتِ وَالنَّجَاتِ مِنَ الدَّرَكَاتِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ التَّائِبِيْنَ الْعَابِدِيْنَ.

اَلسَّلاََمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْعَارِفِيْنَ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمُجْتَهِدِيْنَ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلأَمَانِ. كُنْتِ لِلْعَاصِيْنَ حَبْسًا وَلِلْمُتَّقِيْنَ اُنْسًا.

اَلسَّلاَمُ عَلَى اْلقَنَادِيْلِ وَالْمَصَابِيْحِ الزَّاهِرَةِ. وَالْعُيُوْنِ السَّاهِرَةِ. وَالدُّمُوْعِ الْهَاطِلَةِ. وَالْمَحَارِيْبِ الْمُتَعَطِّرَةِ. وَاْلعَبَرَاتِ الْمُنْسَكِبَةِ الْمُتَفَطِّرَةِ. وَاْلاَنْفَاسِ الصَّاعِدَةِ مِنَ الْقُلُوْبِ الْمُحْتَقِرَةِ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ قَبِلْتَ صِيَامَهُمْ وَصَلاَتَهُمْ وَبَدَّلْتَ سَيِّئاَتِهِ بِحَسَنَاتِهِ. وَاَدْخَلْتَهُ بِرَحْمَتِكَ فِى جَنَّاتِكَ. وَرَفَعْتَ دَرَجَاتِهِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الراَّحِمِيْنَ.

 

Salam bagimu wahai bulan Romadhon.

Salam bagimu wahai bulan qiyam (bulan untuk mendirikan sholat tarawih).

Salam bagimu wahai bulan iman.

Salam bagimu wahai bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an.

Salam bagimu wahai bulan yang penuh cahaya.

Salam bagimu wahai bulan yang penuh ampunan.

Salam bagimu wahai bulan (untuk menaikkan) derajat dan keselamatan dari derajat yang rendah.

Salam bagimu wahai bulan bagi orang-orang yang bertaubat dan ahli ibadah.

Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang ma'rifat. Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang bersungguh-sungguh.

Salam bagimu wahai bulan yang aman. Engkau adalah penjara bagi orang-orang yang melakukan maksiat dan kesenangan bagi orang-orang yang bertakwa.

Salam bagi pelita yang bersinar, mata-mata yang terjaga, airmata yang terus menetes, mihrab-mihrab yang semerbak mewangi, airmata yang tumpah, dan nafas-nafas yang naik dari hati yang hina.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau terima puasa dan sholatnya, yang Engkau ganti kejelekannya dengan kebaikan, yang Engkau masukkan ke dalam surga-Mu dengan rahmat-Mu, dan yang Engkau angkat derajatnya dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Asih.

 

*Doa ini biasa dibaca Syaikh Achmad Asrory Al Ishaqy pada malam tanggal 1 Romadhon ba'da maghrib, dengan model talqin (Beliau membaca beberapa kalimat, lalu ditirukan oleh jamaah). 

*Dinukil dari Al Ghunyah li Tholibi Thoriq Al Haq karya Sulthon Al Aulia Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jilani RA.
Wallahu a'lam.

syair bulan ramadhan

مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ رَمَضَانْ مَرْحَبَاً شَهْرَ الْعِبَادَةْ
مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ رَمَضَانْ مَرْحَبَاً شَهْرَ السَّعَادَةْ

Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ibadah,
Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan kebahagiaan,

مَرْحَبَاً يَا زَاهِرَ اْلآنْ فِيْ الْمَجَالِيْ بِالزِّيَادَةْ
لِلأَخِلاَّ قُرَّةْ أَعْيَانْ أَنْتَ يَا شَهْرَ الإِفَادَةْ

Selamat datang wahai yg tiba dg cahaya dalam kejelasan bertambahnya anugerah,
Bagi para kekasih Allah engkau adalah kesayangan mereka wahai bulan yg penuh dg keberuntungan,

فِيْكَ يُجْلَى الرِّيْنُ والرَّانْ حِيْنَ تُجْلَى الإِسْتِجَادَةْ
مَرْحَبَاً ذَا خَيْرَ إِتْيَان شَهْرَنَا شَهْرَ السِّيَادَة

Padamu tersingkir segala kehinaan dan dosa, saat terbentangnya kesempatan untuk menyungkur sujud,Selamat datang sebaik baik yg mengunjungi usia kami, bulan kita ini adalah baginda bagi bulan lainnya,

أَنْتَ سَيِّد كُلِّ الأَحْيَانْ وَالْيَتِيْمَةْ فِيْ الْقُلاَدَةْ
مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ اْلإِحْسَانْ وَالصَّفَا وَالإِسْتِفَادَةْ

Engkaulah pemimpin bagi setiap saat, dan Kepala Mutiara bagi kalung kehidupan,Selamat datang bulan kemuliaan, kesucian dan terbukanya kesempatan mengambil manfaat,

مَرْحَبَاً مِنْ غَيْرِ حُسْبَانْ حَيْثُ لاَ نُحْصِيْ عِدَادَةْ
كُلُّ مَسْجِدْ فِيْكَ قَدْ زَانْ رَبُّهُ بِاالنُّوْرِ زَادَهْ

Selamat datang kuucapkan tanpa terhitung, hingga tak terhingga banyaknya,
Segenap masjid terindahkan dengan kedatanganmu, Tuhan segenap masjid menambahkan cahaya pada masjid masjid dg kedatanganmu

أَنْتَ بَهْجَةُ كُلِّ مَنْ كَانْ حَازَ مِنْ تَقْوَاهُ زَادَهْ
كُلُّ مُسْلِمْ فِيْكَ نَشْطَانْ فِيْ التَّوَجُّهْ لِلْعِبَادَةْ

Engkau cahaya kemegahan bagi segalanya, beruntunglah barangsiapa yg takwanya bertambah
Setiap muslim giat di hari harimu dalam semangat beribadah,

وَعَنِ اْلآثَامِ كَسْلاَنْ وَلَهُ الطَّاعَاتْ عَادَةْ
فِيْ تَرَاوِيْحٍ وَقُُرْآنْ قَدْ جَفَا نَوْمَ الْقُعَادَةْ

Dan mereka (di bulan ramadhan) malas berbuat dosa, dan bagi mereka ketaatan pada Allah menjadi adat kebiasaan, Dalam shalat tarawih dan Alqur’an, telah sirna kantuk orang yg malas shalat malam,

مَرْحَبَاً يَا عَالِيَ الشَّانْ مَا انْقَضَى وَصْفُ وِدَادَهْ
وَصَلاَةُ الْواحِدِ الْمانّْ مَنْ حَبَا النِّعْمَةْ عِبَادَهْ

Selamat datang wahai pemilik derajat yg mulia, yg tiada henti hentinya gambaran keindahan dan kerinduan atasnya, Dan shalawat dari Yang Maha Tunggal dalam segala Anugerah, Yang Maha Memberi kenikmatan dalam beribadah,

تَتَغَشَّى فَخْرَ عَدْنَانْ وَكَذَا الآلَ الإِجَادَهْ
وَالصَّحَابَةْ هُمْ وَاْلإِخْوَانْ نِعْمَ أَصْحَابُ الشَّهَادَةْ

Selalu terlimpah pada sang kebanggaan keturunan Adnan (Sayyidina Muhammad saw), dan pula segenap keluarga yg mulia, serta sahabat dan merekalah para saudara, semulia mulia para syuhada,

مَاأَضَاءَ بَالنُّوْرِ رَمَضَانْ وَانْجَلَى رَيْنُ الْبَلاَدَةْ

Seterang benderangnya cahaya Ramadhan, maka sirnalah kesempitan hati orang orang yg dalam kebodohan,

Selasa, 14 April 2020

menjaga suapan

*Menjaga Suapan, hingga dikuburkan*

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai. 

Ada satu kesempatan, Rasulullah mencoba meminta klarifikasi pada pria tersebut.  “Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?” tanya Nabi.  

Abu Dujanah menjawab, “Anu Rasulullah, kami punya satu alasan.” “Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” perintah Baginda Nabi.  “Begini,” kata Abu Dujanah memulai menguraikan jawabannya. “Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di rumah kami.”  “Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah selesai shalat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.  

Satu saat, kami agak terlambat pulang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan kurma hasil temuan. Mata kepala saya sendiri menyaksikan, tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya. Ia habis memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam.”  Mengetahui itu, lalu jari-jari tangan kami masukkan ke mulut anakku itu. Kami keluarkan apa pun yang ada di sana. Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan.  

Wahai Baginda Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, "Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak’.”  Pandangan mata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sontak berkaca-kaca, lalu butiran air mata mulianya berderai begitu deras. 

Baginda Rasulullah Muhammad shallahu alaihi wa sallam mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pemilik pohon kurma yang dimaksud Abu Dujanah dalam kisah yang ia sampaikan di atas. Abu Dujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut adalah milik seorang laki-laki munafik.  

Tanpa basa-basi, Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu mengatakan, “Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.” Begitu tawar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.   

Pria yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas menjawab dengan tegas, “Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan.”  Tiba-tiba Abu Bakar as-Shiddiq radliyallahu 'anh datang. Lantas berkata, “Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya).”  Si munafik berkata kegirangan, “Oke, ya sudah, aku jual.” Abu Bakar menyahut, “Bagus, aku beli.” Setelah sepakat, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma kepada Abu Dujanah seketika.  

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.” Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu. Ia berjalan mendatangi istrinya. Lalu mengisahkan kisah yang baru saja terjadi. “Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.” Malamnya, saat si munafik tidur, dan bangun di pagi harinya, tiba-tiba pohon kurma yang ia miliki berpindah posisi, menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Dan seolah-olah tak pernah sekalipun tampak pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Ia keheranan tiada tara.  

Dalam kisah ini, dapat kita ambil pelajaran, betapa hati-hatinya sahabat Rasulullah tersebut dalam menjaga diri dan keuarganya dari makanan harta haram. Sesulit apa pun hidup, seberat apa pun hidup, seseorang tidak boleh memberikan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dari barang haram.  

Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhânahu wa ta’âla sepuluh kali lipat sebagaimana janji Baginda Nabi Muhammad. Adapun panen dari pada janji itu bukankan kontan sekarang, namun di akhirat kelak. Karena dunia ini adalah dâruz zar‘i (tempat bercocok tanam), bukan dârul hashâd (tempat memanen).  

_Kisah di atas disarikan dari kitab I’anatuth Thâlibîn (Beirut, Lebanon, cet I, 1997, juz 3, halaman 293) karya Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syathâ ad Dimyatîy (w. 1302 H)_

Tata Cara Dzikir Al Khidmah

*TATA CARA DZIKIR LA ILAHA ILLALAH*
*لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله*
(Diamalkan Setelah Shalat Maktubah/Wajib)


*- Duduk Simpuh Kiri -*
(Kebalikan dari Duduk Tahiyat Akhir)

*- Beristighfar 3x -*
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْغَفُوْرَ الرَّحِيْمَ
_Astaghfirullahal Ghofuurar Rahiim_ 3 x

rf es a*- Bershalaswat 3x -*

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 
وَ عَلٰى اٰۤلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
_Allahumma Sholli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihi Wa Shohbihii Wa Sallimaa_
aaaaaSaSebelum Berzikir, Kepalanya Ditundukkan, Matanya Dipejamkan, Pikiran Dan Hatinya Dijadikan Satu, Dihaturkan Ke Hadirat Allah, Bahwa Tidak Ada Yang Disembah, Tidak Ada Yang Dituju, Tidak Ada Yang Disaksikan, Tidak Ada Yang Dirasakan, Yang Ada Hanya *ALLAH*

Setelah Itu Kepalanya Diangkat Perlahan Sambil Dibarengi Zikir LAA… Membarengi Perjalanan Nafas Ruhaniyah. LAA Artinya Menolak/Menyingkirkan Segala Sesuatu Yang Lain Saat Itu 
(Seakan Mengatakan “Jangan Datang. Yang Lain Menjauhlah.")

Kemudian Kepala Bergerak Ke Arah Kanan Sambil Berbarengan Zikir ILAAHA…
LA ILAHA Artinya LAA MAQSUDA 
(Tidak Ada Yang Dituju)

Meskipun Sesuatu Yang Lain Benar, Tapi Saat Itu Pikiran Hanya Ditujukan Ke ALLAH Tidak Ada Yang Dipikirkan, 
Tidak Ada Yang Diingat,
Pokoknya TIDAK, 
Tidak Ada Yang Baik Atau Benar 
Kecuali *ALLAH*

Kepala Diarahkan Ke Dada Kiri Berbarengan Dengan Penekanan Pada Lafal IL(LALLAH)
Sembari Dengan Kuat Menghentak Menyingkirkan Selain Allah Supaya Kalimat Allah Dengan Sirri Rahasia Dan Cahaya Itu Dapat Menancap Di Dalam Hati. 

Semakin Bisa Dan Semakin Sungguh-Sungguh Dalam Menyingkirkan Selain Allah, Semakin Kalimat Allah Dengan Sirri Rahasia Dan Cahayanya Dapat Semakin Merasuk Ke Dalam Hati. 

Perlahan-Lahan. 
Setelah Itu Tanpa Terasa, Secara Dzauqiyah, Syuhudiyah, Dan Fanaiyah Menjadikan Kecepatan Lafal Zikirnya Semakin Bertambah. Bukan Dipercepat Dengan Sengaja. (Semua Di Luar Rencana. Kalau Semakin Cepatnya Pelafalan Zikir Sudah Direncanakan, Berarti Ketika Berzikir Bukan Hanya MENJAGA HITUNGAN Tapi KARENA HITUNGAN [Menganggap Yang Penting Selesai 165x] ). Oleh Karena Itu Perlahan-Lahan Saja

*لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله*
165 X

Diakhiri dengan membaca:
سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


*- Membaca Sholawat Munjiyat -*

SHOLAWAT MUNJIYAT 
(Penyelamat)

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 
Ya Allah Sampaikanlah Rahmat Shalawat Pada Junjungan Kami Nabi Muhammad

صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْأَفَاتِ  
Yang Dengan Berkah Shalawat Ini Engkau Selamatkan Kami Dari Segala Musibah Dan Bahaya,

وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيْعِ الْحَاجَاتِ
Dan Engkau Penuhi Segala Kebutuhan Hajat Kami,

وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ
Dan Engkau Bersihkan Kami Dari Segala Keburukan,

وَتَرْفَعُنَا بِهَا اَعْلَى الَّدرَجَات
Dan Engkau Naikkan Kami Ke Derajat Yang Paling Tinggi,

وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أقْصَى الْغَايَاتِ
Dan Engkau Sampaikan Kami Pada Puncak Segala Keinginan Kami

مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
 Dari Segala Kebaikan Dalam Kehidupan Ini Dan Setelah Kematian.

*- Membaca Al Fatihah -*

ثُمَّ اِلٰى أَرْوَاحِ مَشَايِخِ أَهْلِ السِّلْسِلَةِ الْقَادِرِيَّةِ وَالنَّقْشَبَنْدِيَّةِ،
 خُصُوْصًا اَلٰى حَضْرَتِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا سُلْطَانِ الْأَوْلِيٰۤاءِ الشَّيْخِ عِبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِىْ وَسَيِّدِ الطَّائِفَةِ الصُّوْفِيَّةِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ أَبِى الْقَاسِمْ جُنَيْدِ الْبَغْدَادِيْ 
قَدَّسَ اللهُ سِرَّ هُمَاالْعَزِيْزُ
(اَلْفَاتِحَهْ)

_Tsumma Ilaa Arwaahi Masyayikhi Ahlis-silsilatil Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah, Khushushan Ilaa Hadraatii Sayyidiina wa Maulaanaa Sultonil Auliya’I Syaikh Abdil Qodiril Jiilani Wa Sayyidi Thooifatis Suufiyyati Sayyidina Syaikh Abil Qosim Junaidil Baghdaadi Qoddasallahu Sirrahumaal Aziiz_
(Al Fatihah)


Catatan:
Mohon Disertai Menyimak Video Tata Cara Dzikir La Ilaha Illallah yang Kami Sertakan di Grup Whatsapp Untuk Pemahaman dan Penghayatan yg Lebih Dalam.
Wallahu A'lam.

_____________________
Mugi2 pinaringan istiqomah, pinaringan tuma-ninah, ma’a ziyadatil mahabbah, wa ma’rifatil khosshoh, wa taqarrub wal wushul ‘indAllah. Aamiin aamiin ya Rabbal ‘Alamin. 
Alfatihah.

Bebas dishare kalau dirasa ada manfaatnya 
#santriyairori
#alkhidmahcirebon

Monggo Sareng2 ten Grup Whatsapp Alarm Peringatan Amalan dan Dawuh Yai ra
Grup Sunyi Satu Arah. Hanya Sedikit Postingan per Hari.

https://chat.whatsapp.com/Eidm4lwQP7xIOwIfaVL8iT

Atau grup Facebook Santriyairori
https://www.facebook.com/groups/2555846824638438/

Minggu, 08 Maret 2020

Pura Pura Ukhwah

Pura-Pura Ukhuwah NU-Muhammadiyah
byArif Maftuhin-


Sebenarnya, ada nggak sih ukhuwah NU-Muhammadiyah itu? Ukhuwah itu kenyataan atau cita-cita? Pengalaman atau norma saja? Kalau ketua Pemuda Muhammadiyah dan Ansor pamer foto mesra, apakah tiba-tiba ada ukhuwah karena foto mereka? Kalau ada film dibuat bersama oleh elit NU dan Muhammadiyah, apakah itu tanda ukhuwah atau justru sebaliknya: tidak ada ukhuwah, dibuatlah film untuk menjalin ukhuwah?

Daripada percaya jargon “kita ini saudara tunggal seperguruan, pendiri kita adalah murid dari kiai yang sama,” mbok sudah jujur saja: tidak ada ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah. Mereka bukan saudara. Orang seperguruan juga bukan jaminan untuk hidup sejalan. Saya akan mengajukan tiga bukti untuk menghentikan kepura-puraan ukhuwah ini.

Pertama: mereka lahir sebagai ‘musuh’, bukan saudara.

Muhammadiyah dilahirkan untuk mengoreksi tradisi, membuang apa yang menurut mereka sebagai penyakit umat. Istilah yang biasa dipakai adalah TBC (takhayyul, bid’ah, dan churafat). Sebaliknya, NU lahir untuk mempertahankan tradisi. Meski saat ini sudah banyak mengadopsi pemikiran progresif, orang NU percaya dan hingga kini membela argumen bahwa bermazhab, salah satu ciri Islam tradisi, adalah wajib. Tidak bermazhab itu mustahil. Dua pandangan tentang bagaimana berislam ini secara teori bertolak belakang, bermusuhan. Itu fitrah mereka.

Kedua:  laten curiga dan insecurity

Kasus kritik saya terhadap GP Ansor memunculkan kecurigaan laten ini. Orang Ansor yang tidak bisa membantah substansi kritik saya, merespon dengan mendeligitimasi ke-NU-an saya. Saya tidak cukup NU, saya tidak punya hak menentukan siapa yang boleh ‘dibanserkan’ dan sebagainya. Hatta, ini yang saya sebut laten curiga Muhammadiyah, menyebut saya sebagai orang Muhammadiyah. Dasarnya? Karena saya pernah menjadi dosen di UMY. Anda tahu yang bilang begitu? Kalau cuma anak Ansor ranting yang baru ikut PKD nggak apa-apa, orang yang mengkritik ini selain mengaku lebih NU dari saya, adalah orang terdidik dan punya jabatan publik. Kalau kritik saja harus dibantah dengan argumen naif kemuhammadiyahan saya, jangan bicara soal ukhuwah deh. Norak.

Laten ini tidak hanya di NU. Dalam tulisan saya tentang kasus Kauman, laten curiga dan insecurity ini juga menjangkiti elit Muhammadiyah. Alih-alih mengkritik surat penolakan Pemuda Muhammadiyah, seorang tokoh membenarkan dengan menyebut kasus-kasus lain yang NU sebagai mayoritas tidak tenggang rasa dengan Muhammadiyah. Di kegiatan kemahasiswaan UIN, misalnya, dinyanyikan Ya Lal Wathon (terlalu memang). Saat saya kirimkan komentar si tokoh ke teman saya yang kenal dekat, teman saya kaget karena sejauh yang ia tahu, si tokoh ini adalah tokoh Muhammadiyah moderat, yang menurut ekspektasinya, dapat bersuara yang merukunkan, tidak malah mengompori. Ah, kenyataannya, kebanyakan juga tetap menyalahkan NU.  Di IBtimes.id, penulis yang minta maaf pun masih disertai dengan bela diri bahwa yang salah paham tetap NU.

Ketiga: absennya musuh bersama

Orang bisa rukun dan bersatu kalau punya musuh bersama. Jangankan yang ngaku saudara seperguruan, yang aslinya bermusuhan pun akan bergandeng tangan. Common enemy bisa menjadi common ground for action.

Pernahkah NU dan Muhammadiyah merasa punya musuh bersama? Sebenarnya pernah, tetapi sebatas elitnya. Pada saat pembubaran HTI, sempat ada halaqah kebangsaan yang diselenggarakan oleh NU dan Muhammadiyah dan keduanya sepakat bahwa HTI perlu dibubarkan. Tetapi, perlu kita catat, bahasa penolakan mereka sebenarnya berbeda, yang satu bersayap, yang lainnya tegas. Dan lebih penting lagi, belum merembes ke bawah, berhenti di elit.

Di bawah, ada beda agak mencolok antara keduanya. Contohnya ya kasus Kauman. Saat Muslim United (Anda tahu lah siapa mereka ini) akan menggelar acara di Masjid Kauman, akar rumput Muhammadiyah adem ayem saja. Bahkan ketika acara itu terusir dari Masjid Kauman, Anda juga tahu siapa yang kemudian menampungnya.

Fastabiqul Khairat

NU dan Muhammadiyah tidak perlu pura-pura ukhuwah untuk dapat hidup berdampingan secara damai. Contohlah Arsenal dan Chelsea. Mana ada mereka bikin film bareng dan pura-pura menjalin ukhuwah. Semua tetap dengan identitas dan tujuannya, termasuk identitas rivalitas. Mereka membangun timnya masing-masing, mempelajari kelemahan lawannya masing-masing, saling ‘bunuh’ di laga derby, demi merebut trofi paling bergengsi.

Dalam jargon Muhammadiyah ya fastabiqul-khairat itu.

Tetapi para pemainnya tidak perlu membawa rivalitas ke level personal. Kiper dan penjaga gawang Chelsea yang sudah tidak terpakai, boleh saja hijrah ke Arsenal. Atau sebaliknya, striker Arsenal yang sudah tidak berguna, pindah ke Chelsea. Orang NU boleh saja bekerja di Muhammadiyah atau sebaliknya. Orang NU juga bisa menikahi orang Muhammadiyah dan sebaliknya, tidak usah menunggu terwujudnya ukhuwah NU dan Muhammadiyah.

Daripada pura-pura ukhuwah, mending dibangun saja rivalitas yang sehat. Cukuplah bersatu ketika musuh bersama datang. Kita sepakat Premiere League adalah rumah bersama kita, tempat kita bersaing untuk menjadi yang terbaik. Kalau ada klub yang ingin mengganti Liga Inggris dengan Liga Shopee, nah kita hajar bersama. Gitu saja!

Rabu, 19 Februari 2020

DALIL TAHLILAN

~•~ D A L I L  T A H L I L A N ~•~

Dalil tahlilan kok golek ing kitab Hindu ?
Ini dalilnya simak baik² !
 3 hari
 7 hari
25 hari 
40 hari
100 hari
1000 Hari

Tak henti-hentinya Wahabi Salafi menyalahkan Amaliyah ASWAJA, khususnya di Indonesia ini, Salah satu yang paling sering juga mereka fitnah adalah Tahlilan yang menurutnya tidak berdasarkan Dalil bahkan dianggap rujukannya dari kitab Agama Hindu, 
Untuk itu, kali ini saya tunjukkan Dalil-Dalil Tahlilan 3, 7, 25, 40, 100, Setahun & 1000 Hari dari Kitab Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, bukan kitab dari agama hindu sebagaimana tuduhan fitnah kaum WAHABI.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻫﺪﻳﺔ ﺇﻟﻰﺍﻟﻤﻮتى

Rasulullah saw bersabda: “Doa dan shodaqoh itu hadiah kepada mayyit.”

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻤﺮ : ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺪﻓن ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﺋﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺋﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻨﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻟﻒ عام (الحاوي للفتاوي ,ج:۲,ص: ١٩٨

Berkata Umar: “Shodaqoh setelah kematian maka pahalanya sampai tiga hari,
dan shodaqoh dalam tiga hari akan tetap kekal pahalanya sampai tujuh hari, 
dan shodaqoh di hari ke tujuh akan kekal pahalanya sampai 25 hari,
dan dari pahala 25 sampai 40 harinya,
lalu sedekah dihari ke-40 akan kekal hingga 100 hari, 
dan dari 100 hari akan sampai kepada satu tahun,
dan dari satu tahun sampailah kekalnya pahala itu hingga 1000 hari.”
Referensi : (Al-Hawi lil Fatawi Juz 2 Hal 198)

Jumlah-jumlah harinya (3, 7, 25, 40, 100, setahun & 1000 hari) jelas ada dalilnya, sejak kapan agama Hindu ada Tahlilan ?

Berkumpul ngirim doa adalah bentuk Shodaqoh buat mayyit.

ﻓﻠﻤﺎ ﺍﺣﺘﻀﺮ ﻋﻤﺮ ﺃﻣﺮ ﺻﻬﻴﺒﺎ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ، ﻭﺃﻣﺮ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻃﻌﺎما، ﻓﻴﻄﻌﻤﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﺨﻠﻔﻮﺍ ﺇﻧﺴﺎﻧﺎ ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺟﻌﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﺟﺊ ﺑﺎﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﻭﺿﻌﺖ ﺍﻟﻤﻮﺍﺋﺪ ! ﻓﺄﻣﺴﻚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻨﻬﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻢ ﻓﻴﻪ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻄﻠﺐ : ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﻓﺄﻛﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺷﺮﺑﻨﺎ ﻭﻣﺎﺕ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻓﺄﻛﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺷﺮﺑﻨﺎ ﻭﺇﻧﻪ ﻻﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻻﺟﻞ ﻓﻜﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ، ﺛﻢ ﻣﺪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﻳﺪﻩ ﻓﺄﻛﻞ ﻭﻣﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﻓﺄﻛﻠﻮﺍ

Ketika Umar menjelang wafatnya, ia memerintahkan pada Shuhaib untuk memimpin shalat, dan memberi makan para tamu selama 3 hari hingga mereka memilih seseorang, maka ketika hidangan–hidangan ditaruhkan, orang – orang tak mau makan karena sedihnya, maka berkatalah Abbas bin Abdulmuttalib : 
"Wahai hadirin.. sungguh telah wafat Rasulullah saw dan kita makan dan minum setelahnya, lalu wafat Abu bakar dan kita makan dan minum sesudahnya, dan ajal itu adalah hal yang pasti, maka makanlah makanan ini !”
lalu beliau mengulurkan tangannya dan makan, maka orang–orang pun mengulurkan tangannya masing–masing dan makan.

Referensi: [Al Fawaidussyahiir Li Abi Bakar Assyafii juz 1 hal 288, Kanzul ummaal fii sunanil aqwaal wal af’al Juz 13 hal 309, Thabaqat Al Kubra Li Ibn Sa’d Juz 4 hal 29, Tarikh Dimasyq juz 26 hal 373, Al Makrifah wattaarikh Juz 1 hal 110].

Kemudian dalam kitab Imam As Suyuthi, Al-Hawi li al-Fatawi:

ﻗﺎﻝ ﻃﺎﻭﻭﺱ : ﺍﻥ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻳﻔﺘﻨﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ ﺳﺒﻌﺎ ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻳﺴﺘﺤﺒﻮﻥ ﺍﻥ ﻳﻄﻌﻤﻮﺍ ﻋﻨﻬﻢ ﺗﻠﻚ ﺍﻻﻳﺎﻡ

Imam Thawus berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabat) gemar menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut.”

ﻋﻦ ﻋﺒﻴﺪ ﺑﻦ ﻋﻤﻴﺮ ﻗﺎﻝ : ﻳﻔﺘﻦ ﺭﺟﻼﻥ ﻣﺆﻣﻦ ﻭﻣﻨﺎﻓﻖ , ﻓﺎﻣﺎ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻓﻴﻔﺘﻦ ﺳﺒﻌﺎ ﻭﺍﻣﺎﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻖ ﻓﻴﻔﺘﻦ ﺍﺭﺑﻌﻴﻦ ﺻﺒﺎﺣﺎ

Dari Ubaid bin Umair ia berkata: “Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari.”

Dalam tafsir Ibn Katsir (Abul Fida Ibn Katsir al Dimasyqi Al Syafi’i) 774 H beliau mengomentari ayat 39 surah an Najm (IV/236: Dar el Quthb), beliau mengatakan Imam Syafi’i berkata bahwa tidak sampai pahala itu, tapi di akhirnya beliau berkomentar lagi

ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﺬﺍﻙ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﻭﺻﻮﻟﻬﻤﺎ ﻭﻣﻨﺼﻮﺹ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﺭﻉ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ

Bacaan alquran yang dihadiahkan kepada mayit itu sampai, Menurut Imam Syafi’i pada waktu beliau masih di Madinah dan di Baghdad, qaul beliau sama dengan Imam Malik dan Imam Hanafi, bahwa bacaan al-Quran tidak sampai ke mayit, Setelah beliau pindah ke mesir, beliau ralat perkataan itu dengan mengatakan bacaan alquran yang dihadiahkan ke mayit itu sampai dengan ditambah berdoa “Allahumma awshil.…dst.”, lalu murid beliau Imam Ahmad dan kumpulan murid2 Imam Syafi’i yang lain berfatwa bahwa bacaan alquran sampai.

Pandangan Hanabilah, Taqiyuddin Muhammad ibnu Ahmad ibnu Abdul Halim (yang lebih populer dengan julukan Ibnu Taimiyah dari madzhab Hambali) menjelaskan :

ﺍَﻣَّﺎ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻓَـِﺎﻧَّﻪُ ﻳَﻨْـﺘَـﻔِﻊُ ﺑِﻬَﺎ ﺑِﺎﺗِّـﻔَﺎﻕِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ. ﻭَﻗَﺪْ ﻭَﺭَﺩَﺕْ ﺑِﺬٰﻟِﻚَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ُﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍَﺣَﺎ ﺩِﻳْﺚُ ﺻَﺤِﻴْﺤَﺔٌ ﻣِﺜْﻞُ ﻗَﻮْﻝِ ﺳَﻌْﺪٍ ( ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍِﻥَّ ﺍُﻣِّﻲْ ﺍُﻓْﺘـُﻠِﺘـَﺖْ ﻧَﻔْﺴُﻬَﺎ ﻭَﺍَﺭَﺍﻫَﺎ ﻟَﻮْ ﺗَـﻜَﻠَّﻤَﺖْ ﺗَﺼَﺪَّﻗَﺖْ ﻓَﻬَﻞْ ﻳَﻨْـﻔَـﻌُﻬَﺎ ﺍَﻥْ ﺍَﺗَـﺼَﺪَّﻕَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ؟ ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻧَـﻌَﻢْ , ﻭَﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﻳَـﻨْـﻔَـﻌُﻪُ ﺍﻟْﺤَﺞُّ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍْﻻُ ﺿْﺤِﻴَﺔُ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍﻟْﻌِﺘْﻖُ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﻭَﺍْﻻِﺳْﺘِـْﻐﻒُﺭﺍَ ﻟَﻪُ ﺑِﻼَ ﻧِﺰﺍَﻉٍ ﺑَﻴْﻦَ ﺍْﻷَﺋِﻤَّﺔِ .

“Adapun sedekah untuk mayit, maka ia bisa mengambil manfaat berdasarkan kesepakatan umat Islam, semua itu terkandung dalam beberapa hadits shahih dari Nabi Saw. seperti perkataan sahabat Sa’ad “Ya Rasulallah sesungguhnya ibuku telah wafat, dan aku berpendapat jika ibuku masih hidup pasti ia bersedekah, apakah bermanfaat jika aku bersedekah sebagai gantinya?” maka Beliau menjawab “Ya”, begitu juga bermanfaat bagi mayit: haji, qurban, memerdekakan budak, do’a dan istighfar kepadanya, yang ini tanpa perselisihan di antara para imam”.

Referensi : (Majmu’ al-Fatawa: XXIV/314-315)

Ibnu Taimiyah juga menjelaskan perihal diperbolehkannya menyampaikan hadiah pahala shalat, puasa dan bacaan al-Qur’an kepada mayyit

ﻓَﺎِﺫَﺍ ﺍُﻫْﺪِﻱَ ﻟِﻤَﻴِّﺖٍ ﺛَﻮَﺍﺏُ ﺻِﻴﺎَﻡٍ ﺍَﻭْ ﺻَﻼَﺓٍ ﺍَﻭْ ﻗِﺮَﺋَﺔٍ ﺟَﺎﺯَ ﺫَﻟِﻚَ

Artinya: “jika saja dihadiahkan kepada mayit pahala puasa, pahala shalat atau pahala bacaan (al-Qur’an / kalimah thayyibah) maka hukumnya diperbolehkan”.

Referensi : (Majmu’ al-Fatawa: XXIV/322)

Al-Imam Abu Zakariya Muhyiddin Ibn al-Syarof, dari madzhab Syafi’i yang terkenal dengan panggilan Imam Nawawi menegaskan;

ﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَـﻤْﻜُﺚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍْﻟﻘَﺒْﺮِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺪُّﻓْﻦِ ﺳَﺎﻋَـﺔً ﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟِﻠْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻝُﻩَ. ﻧَـﺺَّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻰُّ ﻭَﺍﺗَّﻔَﻖَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍْﻻَﺻْﺤَﺎﺏُ ﻗَﺎﻟﻮُﺍ: ﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَـﻘْﺮَﺃَ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺷَﻴْﺊٌ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺃَﻥِ ﻭَﺍِﻥْ خَتَمُوْا اْلقُرْآنَ كَانَ اَفْضَلَ ) المجموع جز 5 ص 258(

“Disunnahkan untuk diam sesaat di samping kubur setelah menguburkan mayit untuk mendo’akan dan memohonkan ampunan kepadanya”, pendapat ini disetujui oleh Imam Syafi’i dan pengikut-pengikutnya, dan bahkan pengikut Imam Syafi’i mengatakan “sunnah dibacakan beberapa ayat al-Qur’an di samping kubur si mayit, dan lebih utama jika sampai mengha tamkan al-Qur’an”.

Selain paparannya di atas Imam Nawawi juga memberikan penjelasan yang lain seperti tertera di bawah ini;

ﻭَﻳُـﺴْـﺘَﺤَﺐُّ ﻟِﻠﺰَّﺍﺋِﺮِ ﺍَﻥْ ﻳُﺴَﻠِّﻢَ ﻋَﻠﻰَ ﺍْﻟﻤَﻘَﺎﺑِﺮِ ﻭَﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺰُﻭْﺭُﻩُ ﻭَﻟِﺠَﻤِﻴْﻊِ ﺍَﻫْﻞِ ﺍْﻟﻤَﻘْﺒَﺮَﺓِ. ﻭَﺍْﻻَﻓْﻀَﻞُ ﺍَﻥْ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﺑِﻤَﺎ ﺛَﺒـَﺖَ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻭَﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَﻘْﺮَﺃَ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺃٰﻥِ ﻣَﺎ ﺗَﻴَﺴَّﺮَ ﻭَﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﻘِﺒَﻬَﺎ ﻭَﻧَﺺَّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﺎِﻓﻌِﻰُّ ﻭَﺍﺗَّﻔَﻖَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍْﻻَﺻْﺤَﺎﺏُ. (ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﺟﺰ 5 ص 258 )

“Dan disunnahkan bagi peziarah kubur untuk memberikan salam atas (penghuni) kubur dan mendo’akan kepada mayit yang diziarahi dan kepada semua penghuni kubur, salam dan do’a itu akan lebih sempurna dan lebih utama jika menggunakan apa yang sudah dituntunkan atau diajarkan dari Nabi Muhammad Saw. dan disunnahkan pula membaca al-Qur’an semampunya dan diakhiri dengan berdo’a untuknya, keterangan ini dinash oleh Imam Syafi’i (dalam kitab al-Um) dan telah disepakati oleh pengikut-pengikutnya”.

Referensi : (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, V/258)

Al-‘Allamah al-Imam Muwaffiquddin ibn Qudamah dari madzhab Hambali mengemukakan pendapatnya, juga pendapat Imam Ahmad bin Hanbal

ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻻَ ﺑَﺄْﺱَ ﺑِﺎﻟْﻘِﺮﺍَﺀَﺓِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍْﻟﻘَﺒْﺮِ . ﻭَﻗَﺪْ ﺭُﻭِﻱَ ﻋَﻦْ ﺍَﺣْﻤَﺪَ ﺍَﻧَّـﻪُ ﻗَﺎﻝَ: ﺍِﺫﺍَ ﺩَﺧَﻠْﺘﻢُ ﺍﻟْﻤَﻘَﺎﺑِﺮَ ﺍِﻗْﺮَﺋُﻮْﺍ ﺍَﻳـَﺔَ ﺍْﻟﻜُـْﺮﺳِﻰِّ ﺛَﻼَﺙَ ﻣِﺮَﺍﺭٍ ﻭَﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠﻪ ُﺍَﺣَﺪٌ ﺛُﻢَّ ﻗُﻞْ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍِﻥَّ ﻓَﻀْﻠَﻪُ ِﻷَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻤَﻘَﺎﺑِﺮِ .

Artinya “al-Imam Ibnu Qudamah berkata: tidak mengapa membaca (ayat-ayat al-Qur’an atau kalimah tayyibah) di samping kubur, hal ini telah diriwayatkan dari Imam Ahmad ibn Hambal bahwasanya beliau berkata: Jika hendak masuk kuburan atau makam, bacalah Ayat Kursi dan Qul Huwa Allahu Akhad sebanyak tiga kali kemudian iringilah dengan do’a: Ya Allah keutamaan bacaan tadi aku peruntukkan bagi ahli kubur.

Referensi : (al-Mughny II/566)

Dalam kitab al Adzkar dijelaskan lebih spesifik lagi seperti di bawah ini :

ﻭَﺫَﻫَﺐَ ﺍَﺣْﻤَﺪُ ْﺑﻦُ ﺣَﻨْﺒَﻞٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺎِﻓـِﻌﻰ ﺍِﻟﻰَ ﺍَﻧـَّﻪُ ﻳَـﺼِﻞ
Imam Ahmad ibn hambal dan sebagian ulama pengikutnya, dan juga golongan ulama Syafi'iyyah berpendapat "bahwa apa yang dikirimkan kepada mayyit itu sampai kepadanya.
والله أعلم
#TahlilanSesuaiSyariat
#NgajiCerdas
#DakwahSantriMilenial

Rabu, 22 Januari 2020

tawassul

*TAMBAHAN TAWASSUL YANG DI CONTOHKAN OLEH HADROTUS SYEKH R.A*
_________________________
_*Nawaina ala ma nawa aslafunas sholihun,*_

_*Fanastahdhiru wa natawassalu wa nartabithu bi arwahihim wa asrorihim wa anwarihim*_
_*Fanaqul*_ _*bismillahirrohmanirrohim*_

_Kami berniat sebagaimana apa yg telah diniatkan para salafunassholih.. Kami hadirkan batin kami, berwasilah, dan berobithoh dengan ruh, sirri rahasia dan cahaya mereka. Dan kami mengucapkan Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang_
_____________________
Mugi2 pinaringan istiqomah, pinaringan tuma-ninah, ma’a ziyadatil mahabbah, wa ma’rifatil khosshoh, wa taqarrub wal wushul ‘indAllah. Aamiin aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
_Alfatihah._🤲

Bebas dishare kalau dirasa ada manfaatnya 🙏🏻
#santriyairori
#alkhidmahcirebon

Monggo Sareng2 ten Grup Whatsapp Alarm Peringatan Amalan dan Dawuh Yai ra
Grup Satu Arah. Hanya 3-5 Postingan per Hari.

https://chat.whatsapp.com/IkoR1azCMOq1yMt1jqniYN

Atau grup Facebook Santriyairori
https://www.facebook.com/groups/2555846824638438/