Kamis, 23 April 2020

doa bulan ramadhan oleh syaikh abdul qadir al jilani ra

Doa Sulthon Al Aulia Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jilani RA Yang Biasa Dibaca oleh Syaikh Achmad Asrori Al Ishaqy Untuk Menyambut Bulan Romadhon

 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الصِّيَامِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقِيَامِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاِيْمَانِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْقُرْأَنِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلاَنْوَارِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمَغْفِرَةِ وَالْغُفْرَانِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الدَّرَجَاتِ وَالنَّجَاتِ مِنَ الدَّرَكَاتِ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ التَّائِبِيْنَ الْعَابِدِيْنَ.

اَلسَّلاََمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْعَارِفِيْنَ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ الْمُجْتَهِدِيْنَ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا شَهْرَ اْلأَمَانِ. كُنْتِ لِلْعَاصِيْنَ حَبْسًا وَلِلْمُتَّقِيْنَ اُنْسًا.

اَلسَّلاَمُ عَلَى اْلقَنَادِيْلِ وَالْمَصَابِيْحِ الزَّاهِرَةِ. وَالْعُيُوْنِ السَّاهِرَةِ. وَالدُّمُوْعِ الْهَاطِلَةِ. وَالْمَحَارِيْبِ الْمُتَعَطِّرَةِ. وَاْلعَبَرَاتِ الْمُنْسَكِبَةِ الْمُتَفَطِّرَةِ. وَاْلاَنْفَاسِ الصَّاعِدَةِ مِنَ الْقُلُوْبِ الْمُحْتَقِرَةِ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ قَبِلْتَ صِيَامَهُمْ وَصَلاَتَهُمْ وَبَدَّلْتَ سَيِّئاَتِهِ بِحَسَنَاتِهِ. وَاَدْخَلْتَهُ بِرَحْمَتِكَ فِى جَنَّاتِكَ. وَرَفَعْتَ دَرَجَاتِهِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الراَّحِمِيْنَ.

 

Salam bagimu wahai bulan Romadhon.

Salam bagimu wahai bulan qiyam (bulan untuk mendirikan sholat tarawih).

Salam bagimu wahai bulan iman.

Salam bagimu wahai bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an.

Salam bagimu wahai bulan yang penuh cahaya.

Salam bagimu wahai bulan yang penuh ampunan.

Salam bagimu wahai bulan (untuk menaikkan) derajat dan keselamatan dari derajat yang rendah.

Salam bagimu wahai bulan bagi orang-orang yang bertaubat dan ahli ibadah.

Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang ma'rifat. Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang bersungguh-sungguh.

Salam bagimu wahai bulan yang aman. Engkau adalah penjara bagi orang-orang yang melakukan maksiat dan kesenangan bagi orang-orang yang bertakwa.

Salam bagi pelita yang bersinar, mata-mata yang terjaga, airmata yang terus menetes, mihrab-mihrab yang semerbak mewangi, airmata yang tumpah, dan nafas-nafas yang naik dari hati yang hina.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau terima puasa dan sholatnya, yang Engkau ganti kejelekannya dengan kebaikan, yang Engkau masukkan ke dalam surga-Mu dengan rahmat-Mu, dan yang Engkau angkat derajatnya dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Asih.

 

*Doa ini biasa dibaca Syaikh Achmad Asrory Al Ishaqy pada malam tanggal 1 Romadhon ba'da maghrib, dengan model talqin (Beliau membaca beberapa kalimat, lalu ditirukan oleh jamaah). 

*Dinukil dari Al Ghunyah li Tholibi Thoriq Al Haq karya Sulthon Al Aulia Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jilani RA.
Wallahu a'lam.

syair bulan ramadhan

مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ رَمَضَانْ مَرْحَبَاً شَهْرَ الْعِبَادَةْ
مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ رَمَضَانْ مَرْحَبَاً شَهْرَ السَّعَادَةْ

Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ibadah,
Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan kebahagiaan,

مَرْحَبَاً يَا زَاهِرَ اْلآنْ فِيْ الْمَجَالِيْ بِالزِّيَادَةْ
لِلأَخِلاَّ قُرَّةْ أَعْيَانْ أَنْتَ يَا شَهْرَ الإِفَادَةْ

Selamat datang wahai yg tiba dg cahaya dalam kejelasan bertambahnya anugerah,
Bagi para kekasih Allah engkau adalah kesayangan mereka wahai bulan yg penuh dg keberuntungan,

فِيْكَ يُجْلَى الرِّيْنُ والرَّانْ حِيْنَ تُجْلَى الإِسْتِجَادَةْ
مَرْحَبَاً ذَا خَيْرَ إِتْيَان شَهْرَنَا شَهْرَ السِّيَادَة

Padamu tersingkir segala kehinaan dan dosa, saat terbentangnya kesempatan untuk menyungkur sujud,Selamat datang sebaik baik yg mengunjungi usia kami, bulan kita ini adalah baginda bagi bulan lainnya,

أَنْتَ سَيِّد كُلِّ الأَحْيَانْ وَالْيَتِيْمَةْ فِيْ الْقُلاَدَةْ
مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ اْلإِحْسَانْ وَالصَّفَا وَالإِسْتِفَادَةْ

Engkaulah pemimpin bagi setiap saat, dan Kepala Mutiara bagi kalung kehidupan,Selamat datang bulan kemuliaan, kesucian dan terbukanya kesempatan mengambil manfaat,

مَرْحَبَاً مِنْ غَيْرِ حُسْبَانْ حَيْثُ لاَ نُحْصِيْ عِدَادَةْ
كُلُّ مَسْجِدْ فِيْكَ قَدْ زَانْ رَبُّهُ بِاالنُّوْرِ زَادَهْ

Selamat datang kuucapkan tanpa terhitung, hingga tak terhingga banyaknya,
Segenap masjid terindahkan dengan kedatanganmu, Tuhan segenap masjid menambahkan cahaya pada masjid masjid dg kedatanganmu

أَنْتَ بَهْجَةُ كُلِّ مَنْ كَانْ حَازَ مِنْ تَقْوَاهُ زَادَهْ
كُلُّ مُسْلِمْ فِيْكَ نَشْطَانْ فِيْ التَّوَجُّهْ لِلْعِبَادَةْ

Engkau cahaya kemegahan bagi segalanya, beruntunglah barangsiapa yg takwanya bertambah
Setiap muslim giat di hari harimu dalam semangat beribadah,

وَعَنِ اْلآثَامِ كَسْلاَنْ وَلَهُ الطَّاعَاتْ عَادَةْ
فِيْ تَرَاوِيْحٍ وَقُُرْآنْ قَدْ جَفَا نَوْمَ الْقُعَادَةْ

Dan mereka (di bulan ramadhan) malas berbuat dosa, dan bagi mereka ketaatan pada Allah menjadi adat kebiasaan, Dalam shalat tarawih dan Alqur’an, telah sirna kantuk orang yg malas shalat malam,

مَرْحَبَاً يَا عَالِيَ الشَّانْ مَا انْقَضَى وَصْفُ وِدَادَهْ
وَصَلاَةُ الْواحِدِ الْمانّْ مَنْ حَبَا النِّعْمَةْ عِبَادَهْ

Selamat datang wahai pemilik derajat yg mulia, yg tiada henti hentinya gambaran keindahan dan kerinduan atasnya, Dan shalawat dari Yang Maha Tunggal dalam segala Anugerah, Yang Maha Memberi kenikmatan dalam beribadah,

تَتَغَشَّى فَخْرَ عَدْنَانْ وَكَذَا الآلَ الإِجَادَهْ
وَالصَّحَابَةْ هُمْ وَاْلإِخْوَانْ نِعْمَ أَصْحَابُ الشَّهَادَةْ

Selalu terlimpah pada sang kebanggaan keturunan Adnan (Sayyidina Muhammad saw), dan pula segenap keluarga yg mulia, serta sahabat dan merekalah para saudara, semulia mulia para syuhada,

مَاأَضَاءَ بَالنُّوْرِ رَمَضَانْ وَانْجَلَى رَيْنُ الْبَلاَدَةْ

Seterang benderangnya cahaya Ramadhan, maka sirnalah kesempitan hati orang orang yg dalam kebodohan,

Selasa, 14 April 2020

menjaga suapan

*Menjaga Suapan, hingga dikuburkan*

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai. 

Ada satu kesempatan, Rasulullah mencoba meminta klarifikasi pada pria tersebut.  “Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?” tanya Nabi.  

Abu Dujanah menjawab, “Anu Rasulullah, kami punya satu alasan.” “Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” perintah Baginda Nabi.  “Begini,” kata Abu Dujanah memulai menguraikan jawabannya. “Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di rumah kami.”  “Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah selesai shalat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.  

Satu saat, kami agak terlambat pulang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan kurma hasil temuan. Mata kepala saya sendiri menyaksikan, tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya. Ia habis memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam.”  Mengetahui itu, lalu jari-jari tangan kami masukkan ke mulut anakku itu. Kami keluarkan apa pun yang ada di sana. Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan.  

Wahai Baginda Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, "Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak’.”  Pandangan mata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sontak berkaca-kaca, lalu butiran air mata mulianya berderai begitu deras. 

Baginda Rasulullah Muhammad shallahu alaihi wa sallam mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pemilik pohon kurma yang dimaksud Abu Dujanah dalam kisah yang ia sampaikan di atas. Abu Dujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut adalah milik seorang laki-laki munafik.  

Tanpa basa-basi, Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu mengatakan, “Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.” Begitu tawar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.   

Pria yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas menjawab dengan tegas, “Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan.”  Tiba-tiba Abu Bakar as-Shiddiq radliyallahu 'anh datang. Lantas berkata, “Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya).”  Si munafik berkata kegirangan, “Oke, ya sudah, aku jual.” Abu Bakar menyahut, “Bagus, aku beli.” Setelah sepakat, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma kepada Abu Dujanah seketika.  

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.” Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu pula Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu. Ia berjalan mendatangi istrinya. Lalu mengisahkan kisah yang baru saja terjadi. “Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.” Malamnya, saat si munafik tidur, dan bangun di pagi harinya, tiba-tiba pohon kurma yang ia miliki berpindah posisi, menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Dan seolah-olah tak pernah sekalipun tampak pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Ia keheranan tiada tara.  

Dalam kisah ini, dapat kita ambil pelajaran, betapa hati-hatinya sahabat Rasulullah tersebut dalam menjaga diri dan keuarganya dari makanan harta haram. Sesulit apa pun hidup, seberat apa pun hidup, seseorang tidak boleh memberikan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dari barang haram.  

Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhânahu wa ta’âla sepuluh kali lipat sebagaimana janji Baginda Nabi Muhammad. Adapun panen dari pada janji itu bukankan kontan sekarang, namun di akhirat kelak. Karena dunia ini adalah dâruz zar‘i (tempat bercocok tanam), bukan dârul hashâd (tempat memanen).  

_Kisah di atas disarikan dari kitab I’anatuth Thâlibîn (Beirut, Lebanon, cet I, 1997, juz 3, halaman 293) karya Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syathâ ad Dimyatîy (w. 1302 H)_

Tata Cara Dzikir Al Khidmah

*TATA CARA DZIKIR LA ILAHA ILLALAH*
*لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله*
(Diamalkan Setelah Shalat Maktubah/Wajib)


*- Duduk Simpuh Kiri -*
(Kebalikan dari Duduk Tahiyat Akhir)

*- Beristighfar 3x -*
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْغَفُوْرَ الرَّحِيْمَ
_Astaghfirullahal Ghofuurar Rahiim_ 3 x

rf es a*- Bershalaswat 3x -*

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 
وَ عَلٰى اٰۤلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
_Allahumma Sholli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihi Wa Shohbihii Wa Sallimaa_
aaaaaSaSebelum Berzikir, Kepalanya Ditundukkan, Matanya Dipejamkan, Pikiran Dan Hatinya Dijadikan Satu, Dihaturkan Ke Hadirat Allah, Bahwa Tidak Ada Yang Disembah, Tidak Ada Yang Dituju, Tidak Ada Yang Disaksikan, Tidak Ada Yang Dirasakan, Yang Ada Hanya *ALLAH*

Setelah Itu Kepalanya Diangkat Perlahan Sambil Dibarengi Zikir LAA… Membarengi Perjalanan Nafas Ruhaniyah. LAA Artinya Menolak/Menyingkirkan Segala Sesuatu Yang Lain Saat Itu 
(Seakan Mengatakan “Jangan Datang. Yang Lain Menjauhlah.")

Kemudian Kepala Bergerak Ke Arah Kanan Sambil Berbarengan Zikir ILAAHA…
LA ILAHA Artinya LAA MAQSUDA 
(Tidak Ada Yang Dituju)

Meskipun Sesuatu Yang Lain Benar, Tapi Saat Itu Pikiran Hanya Ditujukan Ke ALLAH Tidak Ada Yang Dipikirkan, 
Tidak Ada Yang Diingat,
Pokoknya TIDAK, 
Tidak Ada Yang Baik Atau Benar 
Kecuali *ALLAH*

Kepala Diarahkan Ke Dada Kiri Berbarengan Dengan Penekanan Pada Lafal IL(LALLAH)
Sembari Dengan Kuat Menghentak Menyingkirkan Selain Allah Supaya Kalimat Allah Dengan Sirri Rahasia Dan Cahaya Itu Dapat Menancap Di Dalam Hati. 

Semakin Bisa Dan Semakin Sungguh-Sungguh Dalam Menyingkirkan Selain Allah, Semakin Kalimat Allah Dengan Sirri Rahasia Dan Cahayanya Dapat Semakin Merasuk Ke Dalam Hati. 

Perlahan-Lahan. 
Setelah Itu Tanpa Terasa, Secara Dzauqiyah, Syuhudiyah, Dan Fanaiyah Menjadikan Kecepatan Lafal Zikirnya Semakin Bertambah. Bukan Dipercepat Dengan Sengaja. (Semua Di Luar Rencana. Kalau Semakin Cepatnya Pelafalan Zikir Sudah Direncanakan, Berarti Ketika Berzikir Bukan Hanya MENJAGA HITUNGAN Tapi KARENA HITUNGAN [Menganggap Yang Penting Selesai 165x] ). Oleh Karena Itu Perlahan-Lahan Saja

*لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله*
165 X

Diakhiri dengan membaca:
سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


*- Membaca Sholawat Munjiyat -*

SHOLAWAT MUNJIYAT 
(Penyelamat)

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 
Ya Allah Sampaikanlah Rahmat Shalawat Pada Junjungan Kami Nabi Muhammad

صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْأَفَاتِ  
Yang Dengan Berkah Shalawat Ini Engkau Selamatkan Kami Dari Segala Musibah Dan Bahaya,

وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيْعِ الْحَاجَاتِ
Dan Engkau Penuhi Segala Kebutuhan Hajat Kami,

وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ
Dan Engkau Bersihkan Kami Dari Segala Keburukan,

وَتَرْفَعُنَا بِهَا اَعْلَى الَّدرَجَات
Dan Engkau Naikkan Kami Ke Derajat Yang Paling Tinggi,

وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أقْصَى الْغَايَاتِ
Dan Engkau Sampaikan Kami Pada Puncak Segala Keinginan Kami

مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
 Dari Segala Kebaikan Dalam Kehidupan Ini Dan Setelah Kematian.

*- Membaca Al Fatihah -*

ثُمَّ اِلٰى أَرْوَاحِ مَشَايِخِ أَهْلِ السِّلْسِلَةِ الْقَادِرِيَّةِ وَالنَّقْشَبَنْدِيَّةِ،
 خُصُوْصًا اَلٰى حَضْرَتِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا سُلْطَانِ الْأَوْلِيٰۤاءِ الشَّيْخِ عِبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِىْ وَسَيِّدِ الطَّائِفَةِ الصُّوْفِيَّةِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ أَبِى الْقَاسِمْ جُنَيْدِ الْبَغْدَادِيْ 
قَدَّسَ اللهُ سِرَّ هُمَاالْعَزِيْزُ
(اَلْفَاتِحَهْ)

_Tsumma Ilaa Arwaahi Masyayikhi Ahlis-silsilatil Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah, Khushushan Ilaa Hadraatii Sayyidiina wa Maulaanaa Sultonil Auliya’I Syaikh Abdil Qodiril Jiilani Wa Sayyidi Thooifatis Suufiyyati Sayyidina Syaikh Abil Qosim Junaidil Baghdaadi Qoddasallahu Sirrahumaal Aziiz_
(Al Fatihah)


Catatan:
Mohon Disertai Menyimak Video Tata Cara Dzikir La Ilaha Illallah yang Kami Sertakan di Grup Whatsapp Untuk Pemahaman dan Penghayatan yg Lebih Dalam.
Wallahu A'lam.

_____________________
Mugi2 pinaringan istiqomah, pinaringan tuma-ninah, ma’a ziyadatil mahabbah, wa ma’rifatil khosshoh, wa taqarrub wal wushul ‘indAllah. Aamiin aamiin ya Rabbal ‘Alamin. 
Alfatihah.

Bebas dishare kalau dirasa ada manfaatnya 
#santriyairori
#alkhidmahcirebon

Monggo Sareng2 ten Grup Whatsapp Alarm Peringatan Amalan dan Dawuh Yai ra
Grup Sunyi Satu Arah. Hanya Sedikit Postingan per Hari.

https://chat.whatsapp.com/Eidm4lwQP7xIOwIfaVL8iT

Atau grup Facebook Santriyairori
https://www.facebook.com/groups/2555846824638438/